Harian · Kata Bunda Izza

Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain

Selalu ada hikmah yang kutemui setiap mengajar anak-anak mengaji. Hari ini Jihan, Safa dan Dea datang setelah maghrib. Giliran terakhir, Dea agak kesulitan baca Ummi di baris paling bawah dari halaman yang dia baca, mungkin ada belasan kali diulang, tetap saja belum tepat. Kalau gak tertukar huruf, biasanya tertukar panjang pendek. Dia mulai tampak kesal, tapi gak mau menyerah. Sementara teman-temannya sudah gak sabar, Jihan dan Safa berulang kali mengkritisi. Mereka heran, kok Dea gak bisa sih, padahal gampang menurut mereka.

Setelah dibaca lebih dari belasan kali, entah berapa tepatnya, lupa gak ngitungin euy, alhamdulillah Dea akhirnya membaca satu baris itu dengan tepat, walaupun hampir kehabisan nafas di ujungnya. Nah, saya kemudian menyuruh Jihan dan Safa ikut bergantian membacanya, untuk membuktikan kalau mereka bisa juga, jangan hanya bisanya mengkritisi doang. Biar seru, saya buat seperti permainan. Tiap anak punya 3 nyawa, kalau mereka salah baca sekali maka nyawa mereka hilang satu, sisa 2 nyawa lagi. Seruuu, adrenalin rush untuk seusia mereka.

Ternyata apa yang terjadi gaeesss, Jihan dan Safa, gagal di bacaan pertama. Permainan berlanjut juga untuk baris-baris lain yang saya pilihkan. Baik Jihan maupun Safa, bahkan Dea yang juga ikutan lagi, jarang yang berhasil mempertahankan nyawanya, alias membaca tepat dalam sekali kesempatan. Mereka lebih sering kehilangan 3 nyawa beruntun.

Makanya, kalau ada teman bacanya salah, jangan kita merasa sok tau kalau kita lebih bisa dari dia. Karena bisa jadi, pas kita di posisi dia pun, belum tentu kita melakukan bisa dengan tepat membacanya. Demikian, saya sampaikan hikmahnya di akhir pengajian.

Setelah mereka pulang, saya menemukan hikmah yang lain. Pernah gak sih, mengalami hal seperti ini teman. Ada teman kita yang mengalami suatu musibah, akibat kesalahan yang dilakukannya. Kadang tanpa sadar, kita berfikir bahwa kita lebih bisa dari dia, bahwa kita gak akan jatuh di kesalahan yang sama. Eh suatu saat, kita berada di posisi yang sama dengan dia, mengalami hal yang mirip-mirip. Tau gak itu rasanya, kayak Allah lagi bilang, nih kamu cobain, bisa gak kamu handle ini, buktiin kalau kamu bisa seperti yang kamu pikirin waktu temen kamu jatuh.

Tabokan keras yak.
Diri ini masih banyak kurang dan khilafnya ya Rabb ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s