Kata Bunda Izza

Mengapa Harus Iri?

Dunia medsos, semua yang jadi konsumsi pribadi, bisa jadi konsumsi publik. Nah yang konsumsi publik berpotensi menimbulkan hasad.

Kita tidak bisa mengontrol niat seseorang ketika upload kebahagiaannya kan? Yang bisa kita download *eh maksudnya kita atur, ya hati kita sendiri.

Seringkali, mengingatkan hati, ketika iri mendekati. Wahai hati, memelihara rasa itu, adalah perbuatan yang sia-sia.

Takdir tiap orang sudah selesai ditulis jauh sebelum ruhnya ditiup ke jasad. Ujiannya ditakdirkan sepaket dengan nikmatnya. Bahagianya diciptakan sebungkus dengan sedihnya.

Jika terbersit dalam benakmu, ingin nikmat yang sama, maka kau juga harus siap menerima ujian yang sama. Padahal kau belum tentu sanggup menjalaninya. Cuma dia yang sanggup. Begitu juga sebaliknya, cuma dirimu yang sanggup memikul bebanmu.

Bener kaan, perbuatan yang sia-sia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s