Harian

Dimulai dari Satu.

Masya Allah, akhir-akhir ini saya ketiban rizqi dari Allah, berupa jalinan pertemanan dengan para penulis dan ilustrator. Bukankah kalau kita berteman dengan penjual minyak wangi, akan terciprat wanginya?

Pagi ini saya curcol dengan teman baru tersebut, seorang penulis yang sudah cukup banyak karyanya. Berikut beberapa untaian kalimat dari beliau:

Untuk menjadi SEPULUH dimulai dari SATU, kan?
Untuk dua langkah pun mulai dari langkah pertama.
Orang lain juga begitu. Kenapa harus tidak percaya diri?
Kalau salah wajar, ditolak ya wajar juga. Orang pemula kok, hahaha
!”

Pas ditolak memang sedih, tapi tersemangati sama kisah seorang penulis, yang mengirim satu kontainer naskah sudah dijilid ke penerbit.
Saya bilang sama sendiri. Lah saya satu aja ditunggu. Baru bikin satu aja udah kepikiran kapan terbit. Sementara beliau sekontainer loh. Ayo semangat!

Tidak ada kata terlambat untuk memulai itu bener loh. Menulis bisa dipelajari bener juga. Saya paling gak suka pelajaran bahasa Indonesia, tapi sekarang mau tidak mau belajar kalimat. Mana kalimat pendek, mana kalimat bersayap, bagaikan dengan rima dll.

Intinya mau maksain untuk belajar. Bertemu kesulitan bukannya menjauh, tapi semakin mencari.

“Ada juga penulis yang menyelesaikan sebuah seri pictbook di kasur, karena kakinya patah pas kecelakaan. Jadi tetep semangat mbak, insyaAllah selalu Allah mudahkan dalam kondisi apapun.”

Beliau cerita juga awal mula menulis, dan kisah jatuh bangun dan titik baliknya. MasyaAllah, baru kenal tapi bisa menyemangati teman barunya ini. Benar-benar rejeki saya, Allah Maha Baik. Ternyata kami juga seumuran, jadi makin nyambung deh ngobrolnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s