Cerpen · Harian

Belajar Tell dan Show

Alhamdulillah akhir pekan ini, saya bisa belajar menulis di dua kelas. Satu di Telegram, satu lagi di grup whatsapp. Berhubung yang di Telegram baru dimulai kelasnya, maka pertemuan perdana ini baru diisi dengan perkenalan. Sementara di grup whatsapp, sedang dibahas tentang: Showing and Telling. Salah satu teknik dalam penulisan. Pematerinya adalah Kak Aris. Showing dalam… Continue reading Belajar Tell dan Show

Cerpen

Sang Pendosa

Tersengal-sengal aku berlari menuju tanah lapang itu. Sudah ramai orang-orang di sana, sepertinya seluruh penduduk kampung sudah berkumpul mematuhi perintah Sang Pemimpin. Masih seperti kemarin-kemarin, matahari bersinar sangat terik. Saking teriknya kupicingkan dua mata ini, sulit untuk kubuka lebar-lebar. Hawa panas masih mencekik leher, peluh mulai membasahi baju. Tanah yang kupijak, seperti meronta dengan retakannya.… Continue reading Sang Pendosa

Cerpen

Kalah

"Ayah, maaf...." Ayah masih terdiam. Matanya masih menatap piala di tanganku. Menghujam tepat di tulisannya. Sambil menghela nafas, ayahku berdiri. Tangannya mulai membuka sabuk celana. Aku gemetar. "Sudah berapa kali kubilang! Jangan sampai KALAAAAH!!!" Sosok besar itu melangkah menuju tempatku berdiri. Sabuk kepala besi terjuntai di tangan kanannya. "Tt... tap tapi, aku juara dua ayaahh… Continue reading Kalah

Cerpen

Sepatu Abu-abu

Lima menit lagi adzan Ashar, aku sudah mengambil wudhu. Jam empat sore, jadwal mengajar tahsin ibu-ibu di Komplek Permata Indah. Rencananya setelah sholat Ashar, aku langsung berangkat. Ramai berbunyi notifikasi whatsapp di gawaiku, agenda silaturrahim di group akhwat ROHIS SMA masih dibahas rupanya. Sepertinya tahun ini aku tidak bisa hadir juga, walaupun rindu rasanya hati… Continue reading Sepatu Abu-abu